Airmata Hikmah


Baru saja ku tinggalkan jejakku dikota yang penuh canda dan airmata hikmah. Begitu banyak pelajaran yang bisa kupetik walau hanya dalam singkatnya waktu (2 hari) dalam acara “Training Powerful Personality” tgl 31 dec’11 – 01 Jan’12 di kota Batu, Malang.

   Keindahan panorama membuat mataku tak berkedip. udara dingin, bukit, hutan pinus menunjukkan Ke-Esaan dan Keagungan sag Maha Pencipta. Ingin rasanya aku menghabiskan waktu tuk berlama-lama tinggal, dan sedikit menghilangkan penat dan kejenuhan.
Bahagia, duka dan penyesalan mengalir bersama airmata yang tak bisa kubendung. 
    Airmata bahagiaku jatuh seiring kebersamaan  dalam canda dan tawa silaturahmi yang terjalin antara kami. Nyanyian, gurauan, permainan yang mengundang senyum lebar  dan kemesraan persahabatan membuatku mengangkat kedua tanganku dan berdo’a  “Semoga akan selalu terjalin persahabatan dan ukhuwah diantara kita” (amien).
     Airmata dukaku jatuh ketika seseorag diantara kami terlihat tegar dan bahagia seolah tak sedikitpun sedih dirasakanya, namun dibalik itu semua hanyalah topeng berwajah senyum yang menahan perih dan pedihnya sakit kanker yang diderita.  Rasa syukur tak lepas dari setiap detik dan menit atas nikmat yang diberikan sang Khalik. Sebuah pelajaran berarti bagiku ketika aku dapat berdiri tegak, meloncat dan berlari  dengan penuh semangat dalam fisik yang kokoh, namun aku menyadari kurangnya syukurku dalam setiap nafas yang kuhembuskan. Akupun kembali mengangkat kedua tangan dan kuselipkan do’a untuknya  “Semoga Allah selalu memberikan rasa ikhlas dan sabar padanya dan kami, dan memberikan kesembuhan atas segala penyakit yang dideritanya” (amien).
     Terakhir adalah airmata penyesalan yang berlinang bersama do’aku kepada sang pencipta, bahwasanya aku menyesal atas lamanya aku menghilang dalam menempatkan diri diantara orang-orang yang selalu dekat dengan-Nya. Penyesalan akan hilangnya do’a dan tindakanku kepada mereka yang peduli dan berada di dekatku. Penyesalan atas kesadaran yang baru aku peroleh akan kesombongan, ketidakpedulian serta keegoisan. Dengan sadar kubersimpuh dihadapnya, kupanjatkan do’a “Ya Robb.. semoga selalu ada iman dan taqwa pada diri hamba, dekatkanlah hamba pada orang-orang yang Engkau sayang, serta jauhkan hamba dari hal dan orang-orang yang Engkau murkai” (amien).   
  Inilah sedikit ukiran kata yang bisa kuketik saat acara training, semoga senantiasa membawa kemanfaatan bagi semua peserta yang mengikutinya, sehingga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Amien…

by : Sri hartatik
03 jan 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s