KASIH IBU


“Kasih Ibu kepada beta….

Tak terhingga sepanjang massa….

Hanya memberi….

Tak harap kembali….

Bagai sang surya menyinari dunia” …….

Gambar

Lirik yang begitu menyentuh, makna bait demi bait yang tiada tara nilainya. Mungkin kita tak tahu sebegitu hebat dan besar kasih sayangnya, lebih-lebih kita tak merasa ibu tak pernah menyayangi kita.

Pernahkah kita mengeluh demikian “Ibu kenapa kau tak pernah peduli dan tak mengerti aku?”, tak sadarkah kau telah berusaha membuang rasa cintamu pada ibu, berusaha membuang keyakinanmu untuk patuh padanya. Semakin berkurang dan terus berkurang hingga kau tak akan menghargainya lagi sebagai wanita terhormat yang melahirkanmu ke alam fana ini.

Mengertikah kita pada Ibu?

Besarkah cinta kita tuk mencintai ibu?

Sudihkah kita berkorban layaknya apa yang  ibu perbuat?

Mungkin kita pernah merasa bahwa secara logika, ibu memang tak mengerti atas kodisi kita saat ini, kesalah pahaman serta alur yang bertentangan membuat kita menyimpulkan hal-hal yang buruk tentang Ibu.  “Apakah kita tahu apa yang ibu pikirkan  tentang kita? Kekhawatiran yang mungkin tidak ada pada kita, perjuangan kebahagian yang nampak tegar walau rapuh yang mungkin juga tidak ada pada kita. Bentuk kasih sayangnya akan terasa indah jika kita turut menyertainya. Baik untuk kita mungkin tidak demikian seperti ibu, karena ibu lebih mengedepankan kasih dan cintanya ketika ia berfikir tentang kita.

Ingatkah ketika kecil?? Kita begitu pulas tertidur di pangkuan ibu sambil mendengarkan dendangnya..

“Timang-timang anakku sayang…

Buah hati idaman seorang….”

Begitu asyik kita mendengar alunan lagu yang ibu nyanyikan tapi ibu tak pernah mengkalkulasi semua waktu yang ibu habiskan hanya untuk membuat kita tertidur.

Ingatkah ketika merengek? Rasa yang begitu kuat meminta yang kita mau. Kita tak  peduli apakah ibu mampu mewujudkan keinginan kita semua. Tapi karena kebesaran hati, Ibu berpeluh keringat hanya demi hasratmu.

Nak, banggalah karena saat ini kau masih memiliki Ibu

Keraguanmu pada ibu tak akan menyurutkan kasihnya

Karena cintanyalah kau ada hingga saat ini.

Tanamkan pertanyaan besar pada hatimu, agar kau tak lagi mencacinya

“Apa yang sudah kuperbuat pada/untukmu Ibu?”…  dan  “Bagaimana aku bisa bahagiakanmu?”

5 thoughts on “KASIH IBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s