“Akulah Pengganti Setan di Bulan Ramadhan”


Setan

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah yang mana setiap muslim yang telah memenuhi syarat (baligh, berakal, mampu berpuasa) wajib menjalankan ibadah puasa setalah terlihatnya hilal atau bulan Sya’ban genap 30 hari. Dalam sabdanya Rassulullah SAW memberikan kabar  gembira tentang hadirnya bulan suci ini, adapun isinya adalah :

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'”  (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Bagi  umat Islam yang selalu taat dan selalu ingin mendekatkan diri (Taqarrub) kepada Allah SWT, bulan ramadhan sangat dinanti dan dirindu kehadirannya, bahkan mereka pun berandai-andai agar supaya 12 bulan yang ada dalam masa 1 tahun keseluruhannya adalah bulan ramadhan. Semua lantaran rasa senang dalam berlomba mencari kebaikan, karena dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan bernilai 10x lipat bahkan sampai 700x lipatnya. Oleh karena itu selama bulan ramadhan hendaknya kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan perbanyak amalan untuk selalu berdzkir, membaca Al-Qur’an, beristighfar, berdo’a serta bersedekah yang dilakukan penuh keikhlasan, maka kita akan mendapat berlimpah pahala. Hal ini Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda:

“Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.’ Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.”

Selain dilipat gandakan pahala pada setiap amal, bulan suci ramadhan mempunyai ciri keistimewaan khusus, diantaranya yakni :

  1. Bulan Ramdhan adalah rukun Islam ke-4 yang diwajibkan kepada seluruh umat islam untuk melaksanakan ibadah puasa ramdhan dis samping mengimaninya.
  2. Bulan Nuzulul Qur’an yakni diturunkannya AL-Qur’an sebagai Hudan (petunjuk) dalam setiap permasalahan serta pembeda dari yang hak dan yang bathil
  3. Bulan khusus untuk menjalankan sholat sunnah Tarawih  yang di kerjakan  di setiap malam bulan ramadhan dalam mengikuti sunnah rasuluallah, para sahabat dan Khulafaur rasyidin.
  4. Bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yakni malam seribu bulan. Dimalam ini dibukakan pintu-pintu kemuliaan dan di ampunan dosa.
  5. Bulan yang di bukakannya pintu Surga dan ditutupnya pintu neraka serta di ikatnya setan.

Selain berusaha menahan lapar dan dahaga mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari selama berpuasa kita di tuntut untuk menahan nafsu dan amarah agar mampu membentuk pribadi yang lebih sabar dan selalu beryukur kedepannya. Bagi seorang yang sudah terbiasa dengan ketenangan hati dan jiwa yang selalu membiasakan bertindak syukur, menerima dan sabar dalam setiap keadaan apapun yang menimpa maka ia akan selalu beristiqomah dalam menjalankan setiap aktivitas ibadah. Hal ini akan meningkatkan iman dan taqwanya untuk selalu bertafakkur kepada Allah SWT.

************************************************************ *************************

Keadaan yang sudah di sebutkan di atas akan berbalik kepada orang-orang yang enggan untuk beribadah puasa karena hatinya sudah terbiasa terselimuti dengan tindakan-tindakan hasutan setan padahal sudah dijelaskan bahwa setan akan selalu terikat selama bulan ramadhan, sehingga godaan setan pun akan  berkurang. Dalam kondisi seperti ini seharusnya kita lebih khusu’ menjalankan semua aktivias agar bernilai ibadah namun perbuatan untuk selalu berbuat bathil tetaplah ada. lalu pertanyaan sederhana pun muncul, “Apakah setan bisa terlepas untuk menggoda dan mengajak pada kebathilan?”. Jawabnya “Tidak”.  Karena beberapa pendapat mengatakan setan yang terikat adalah setan-setan yang membangkang dan durhaka saja رَدَةُ الْجِنِّ, maka setan yang masih berkeliaran adalah setan-setan kecil dan setan dari kalangan manusia.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu menjelaskan bahwa walaupun senadainya seluruh setan dalam ikatan, namun kebathilan dan kemaksiatan bisa saja terjadi karena kepribadian manusia yang sudah menyerupai tingkah laku setan. Perilaku manusia yang hari-harinya sudah terbiasa melakukan kemaksiatan, yang dalam hatinya tidak ada niatan sedikitpun untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah SWT. lalu apakah kita layak di sebut “Setan yang berwujud Manusia?”, Apakah kita pantas mendapat title setan pengganggu manusia untuk mengajak kepada kebathilan terutama di bulan ramadhan?.  Maka berkata kalian tanpa berfikir dosa dengan rasa bangga “Akulah pengganti setan di bulan Ramdhan”.  Merangkul kepada kemungkaran, menggoda setiap yang berpuasa agar membatalkannya serta mengajak kepada kemaksiatan sehingga lupa bahwa hawa nafsunya semakin membara dan membuat noda besar di bulan ramadhan.

Mereka yang sudah terbiasa melakukan kemaksiatan, zinah dan  berbagai bentuk kebathilan dalam kesehariannya, akan memutuskan untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Bahkan tak sedikit mereka berkata “Puasa Sia-sia hanya menambah dosa!!” , naudzubilah. Waktupun terasa nikmat dalam dunia mereka padahal mereka sangat merugi.

Semoga kita tidak termasuk golongan tindakan setan yang selalu ingkar kepada perintah Allah SWT, memberikan bisikkan untuk mempengaruhi orang lain agar mengikuti amal buruk yang kita perbuat, sehingga bukan pahala yang kita dapatkan kelak, tapi siksa dan panas api neraka.

Marilah kita bersama-sama menyambut datangnya Ramadhan dengan rasa sukacita dan gembira sehingga ibadah akan terasa ringan dan kita terlepas dari kalimat “Akulah pengganti setan di bulan ramadhan”.

 

6 thoughts on ““Akulah Pengganti Setan di Bulan Ramadhan”

  1. Kalau boleh curhat, di bulan puasa ini saya masih melakukan maksiat loh. Semoga saja Allah selalu merangkul dan memberikan petunjuk kepadaku dan teman2 semua.

    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s