“Rindu Menggebu” (Untaian Syair Terindah Dari Kawan Untuk Kawan Sambungan Syair 2 )


Lantunan syair menguap
Menghangatkan jiwa

Semakin kaku
Harapan yang telah terangkai kuat
Semakin mengeras
Menjadi kenyataan yang tak sejalan
Satu persen keyakinan menjadi pudar
Kian pudar hingga padam

Aku menoleh berharap kau tahu air mata ini terjatuh

Trik panas Matahari masih menyongsong dikala siang
Seakan tubuh terbakar olehnya
Seperti harapanku untuk berjupa dengannya
Akan selalu membara dalam dada

Kerinduan berselimut nyata
Hasrat tak kuasa tuk mencegah
Ingin Rasa raih senyuman indah
Imajinasi semata

Melihatmu aku takut
Mendengar suaramu aku senang
Berjumpa denganmu aku takut
Menantimu aku senang

Namun aku begitu bahagia
Mencintaimu tanpa melihatmu, menatapmu, menyentuhmu
Hanya menginginkan ketulusan dari hatimu

Bayangmu cukup melebarkan tawa
Terucap snada dengan penantian “Sabar”
Rasa ini mungkinkah terasa olehmu?

Ketika aku merindukanmu dalam sepinya diriku
Dalam pilunya hatiku
Mungkin tak perlu tahu seperti apa
Coba rasakanlah begitu besar kasih sayangku untukmu

Sangat jelas, Terlihat Jelas!!
Nampak menggunung kabutan cinta
Hingga tertuang pada masanya
Tak kuasa menunggu hari jumpa

Melihat senyum manismu
Ceria canda tawa mu
Indahnya uraian katamu
pesona yang Tuhan berikan padamu untuku kelak

Tapi……..

Kapankah Tuhan menitipkanmu padaku?
Ciptaan terindah yang bisa mengisi hati ini dengan indahnya cinta.
Ingin segera menemani dan menjagamu selalu.
Aku hanya bisa menanti hari demi hari.
Semakin hari semakin aku tenggelam dalam lautan rindu

Yakinku pada Sang Maha penguasa
Hari gembira penuh cinta itu kan tiba
Bersamamu adalah Damba
Sungguh ku tak mampu tak bersama

Sekejap pun aku tak mampu
Hatimu yang terukir dalam sanubariku
Takan bisa terhapus dengan segelintir uji dan coba
Hingga badai menerpa sekalipun, Aku menunggu……

 

 

Untukmu wahai kawanku dari kami : Sri Hartatik | Dhonie Moch Romdhonie | Za Almas Salma

Aidil Fitri Fii Baiti Jannati


 

الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد

Suara takbir menggema

Menyelimuti seluruh jagad alam semeta

Terdengar syahdu mendebarkan jiwa

Nafas masih bernada 

Haru dan suka menyertai bulan fitrah

***********************************************************************************************************************************

Terimakasih wahai Dzat Penguasa 

Engkau masih membuka mata tuk ku melihat keindahan seluruh cipta

Dengan penuh cita ku ayun  kaki dari peristirahatan gulita

Allahu Akbar!! Allahu Akbar!! Wa lillahil hamd!

Alhamdulillah

Hari ini hari ter-Istimewa penetapan penuh perdebatan insan.

Gema takbir bersaut sapa

Pertanda kemenangan dapat dipandang

Menghela nafas panjang berhamdallah

Ayah, Bunda, Sanak saudara bersorak riang “Horeeee Hari Raya tiba…”

Mukena tersedia di pojok kursi sudut rumah

“Ayoo dek berangkat” ajakku pada adinda tercinta

Kemeriahan dan kebahagiaan terpancar di setiap mata

Datang bersunnah menuju bait-NYA

**************************************************************************************************************************************

Langkah semakin cepat, serasa ingin sampai di penghunian terindah

Tak sabar tuk berbagi kasih melepas kerinduan panjang berpeluk mesra

Merindu Hari Raya Iedul Fitri

Semua telah menanti, siap menyambut kisah haru melekat dihati

Cium tangan kening Ayah dan Bunda bergantian setiap saudara

Tangis pun tak dapat di cegah “Maafkan kami Bu, pak” , suara lirih

Bersimpuh, sungkem bermaaf-maafan

Segunung dosa, lisan dan tingkah meluka hati siapa saja

Meminta selalu berbenah, “Semoga menjadi Insan lebih mulia”

Aidil Fitri Fii Baiti Jannati 🙂

by : Sri Hartatik

Sambungan Syair Romdhoni ^.^ (Sakit Hati)


Ku ingin berjalan di derasnya hujan

Agar luntur memori pahitku olehnya

 

Terbawa larut dalam genangan air tak berujung

Meskipun perlahan

 

Seolah tegar terasa menyakitkan

Harap tak berulang

 

Masih ku simpan rasa sayang yang begitu dalam

Meski sakit kurasakan

 

Rapuh, perih menghantui

Begini rasa patah hati

 

Apa kah ini yang kau sebut Cinta???

 

Melukaiku dengan sebuah luka yang kau tinggalkan 

 

Jika ini maknanya ku tak sudi berbagi

 

Jangan kan sedikit keindahan senyumku

Raut wajahkupun  tak mau memberi 

 

Tak usah tertawa  diatas derita

 Ku tak sudi kulihat manismu

penuh pedaya membuat aku lupa 

By : Sri Hartatik & Muhamammad Romdhoni